TELADAN MEMAAFKAN DARI SANG KHALIFAH ABU BAKAR R.A.

Fitnah besar ini terjadi ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha difitnah melakukan sesuatu yang buruk (perselingkuhan) dengan seorang sahabat Nabi, Shafwan bin Mu’aththal, dalam perjalanan pulang dari peperangan. Tuduhan ini sangat melukai hati Rasulullah SAW, Aisyah, juga termasuk ayahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Salah satu orang yang menyebarkan fitnah tersebut adalah Mistah bin Utsatsah, kerabat Abu Bakar dan seseorang yang biasa menerima bantuan keuangan darinya. Ketika fitnah ini terbukti tidak benar melalui wahyu Allah dalam Surah An-Nur ayat 11-20, Mistah adalah salah satu dari mereka yang dihukum karena keterlibatannya.

Abu Bakar bersumpah tidak akan lagi memberikan bantuan keuangan kepada Mistah.

Namun, Allah SWT menurunkan ayat yang memerintahkan agar orang-orang yang memiliki kelapangan rezeki memaafkan dan tetap berbuat baik kepada orang lain:

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan (memberi bantuan) kepada kaum kerabatnya, orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. An-Nur: 22)

Setelah mendengar ayat ini, Abu Bakar mencabut sumpahnya dan berkata:
“Demi Allah, aku ingin Allah mengampuniku.”
Ia kemudian kembali memberikan bantuan kepada Mistah seperti sebelumnya, bahkan tanpa mengungkit kesalahan yang telah dilakukan Mistah.

Ketulusan Abu Bakar memaafkan Mistah bukan hanya secara lisan, tetapi juga dengan tindakan nyata membantu Mistah secara finansial untuk mengutamakan ridha Allah.

Abu Bakar akhirnya menyadari bahwa memaafkan Mistah adalah perintah Allah, sehingga ia mengesampingkan rasa sakit pribadinya demi mendapat ampunan Allah.

Kisah ini mengajarkan bahwa memaafkan orang lain, meskipun sulit, adalah jalan menuju ketenangan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Abu Bakar Ash-Shiddiq menunjukkan teladan bagi kita semuanya dalam mengamalkan menempatkan nilai kebaikan di atas kondisi dan suasana hati.

Polewali Mandar, 29 Nov 2024
Pemulung Amal Saleh

Share the Post: