Pemimpin Harus Memiliki Pikiran dan Pandangan Luas ke Depan

Sejarah manusia menyebutkan, bahwa faktor utama dalam mempercepat kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah pemimpin yang visioner. Ini juga yang sering di ulang dan ditekankan Ayahanda H. Tony Budi Hartono, Pendiri dan Pewakif pondok Pesantren Trubus Iman.

Seorang pemimpin yang memiliki pemikiran dan pandangan luas mampu melampaui batasan ruang, tempat dan waktu. Mudah menjadikan semua tantangan menjadi peluang yang gemilang. Juga menghadirkan karya-karya besar yang menjadi peninggalan sejarah manusia dari masa ke masa.

Pemimpin visioner selalu melihat gambaran besar dan mencacahnya menjadi langkah-langkah panjang perencanaan yang realistis. Menciptakan dan merencanakan setrategi terukur untuk mengantisipasi setiap tantangan sekecil apa pun. Berani mengambil resiko dengan perhitungan matang dan siap menerima kegagalan sebagai pembelajaran untuk meraih kesuksesan.

Pemimpin visioner juga menjadikan inovasi sebagai kerangka out of the box dengan segudang solusi jitu yang relevan dengan perkembangan zaman. Seorang pemimpin juga tidak memiliki tujuan pribadi, visinya adalah milik bersama. Di bangun dan diwujudkan bersama. Belajar dari seorang Nelson Mandela dengan keharmonisannya merubah Afrika Selatan. Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew dengan transformasinya mengantarkan negara dengan sumber daya kecil menjadi pusat keuangan dan perdagangan asia. Atau tokoh India yang tidak kalah terkenal dari Sakhrul Khan, Mahatma Gandi, dengan kekuatan moralnya bisa mematahkan kekuatan militer dan mampu menyatukan manusia lintas agama. Juga presiden yang sangat terkenal dengan ucapan “bakso” dan “nasi goreng” dalam kenangannya, Sang Barack Obama, dengan konsep kesetaraan dan keadilan membawanya menjadi orang nomer satu di Amerika dari keturunan Afrika-Amerika di negara adi daya.

Tokoh-tokoh tersebut adalah orang-orang yang mementingkan kolaborasi dan menjadikan setiap kegagalan menjadi pembelajaran. “Besi yang kuat ditempa oleh api yang panas”, “Jika patah sayap, bertongkatkan paruh”, “Takkan lari gunung di kejar”. Pantang berhenti berjuang meskipun badai menghadang. Waktunya seorang Pemimpin meninggalkan pola pikir konvensional. Tampil menginspirasi dan menjadi teladan dalam setiap gerakan.

Teluk Balikpapan, 19 Des 2024
PAS | Pemulung Anak Saleh

Share the Post: