Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan penyesalan yang sangat mendalam untuk mereka yang telah dijemput oleh kematian. “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan”. (QS. Al-Mu’minun: 99-100).
Besar keinginan mereka untuk kembali, walau sejenak, walau sesaat, walau semenit, hanya untuk bersujud, berzikir, menebar banyak kebaikan yang pernah terabaikan. Namun, pintu itu telah tertutup. Selamanya.
“Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna”.Terlambat sudah dan sudah terlambat. Hanya doa-doa dari keluarga sebagai penantian. Rasulullah SAW berpesan: “Apabila manusia meninggal dunia, terputus amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak yang saleh”. (HR. Muslim).
Doa kita adalah cahaya penerang, sedekah kita selalu menjadi teman, perbuatan baik kita selalu menjadi penantian. Jangan jadikan cintamu kepadanya hanya sedangkal kenangan. Jadikan cintamu untuknya dalam sujud-sujud panjang di keheningan malam. Jadikan bakti dan rindumu untuknya dalam setiap kata doa yang tak pernah lekang oleh panas dan hujan. Sungguh, amal solehmu adalah warisan cinta dan bakti yang bisa menjadi tangan hangat untuk selalu memeluk dan menciumnya, meski jarak,waktu dan kehidupan telah memisahkan.
Batam, 15 Desember 2024
PAS | Pemulung Amal Saleh





